Ustad Maaher Tewas Di Rutan Polri, Novel KPK: Aparat Jangan Keterlaluan

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyoroti kabar meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. 

Pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 ini mempertanyakan sikap aparat yang menahan orang yang sedang sakit.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Ustadz Maaher meninggal di Rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan?. Aparat jangan keterlaluan. Apalagi dengan ustad. Ini bukan sepele lho,” tulis Novel dalam akun Twitternya, dikutip Selasa (9/2).

Ustad Maheer At Thuwailibi meninggal di Rutan Mabes Polri Senin (8/2). Almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, pada akhir Januari 2021 karena sakit.

Ustad Maaher ditahan di Bareskrim Polri pada, 4 Desember 2020. Maaher ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di rumahnya di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 3 Desember 2020, pukul 04.00 WIB.

Maaher disangka melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. [FIK]

 

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *