Pengamat: KIB Wujud Nyata Politik Kebangsaan

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menganggap pendaftaran Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ke KPU secara bersama, dapat dimaknai sebagai pesan untuk mengusung semangat persatuan.

“Secara simbolik, pesan persatuan itu mau disampaikan lewat kebersamaan KIB dalam mendaftar sebagai peserta pemilu,” kata Ari, Jumat (5/8).

Ari mengungkap harapan publik terkait semangat persatuan yang diusung KIB. Koalisi tiga partai itu diharapkan bisa konsisten memperjuangkan politik,

kebangsaan sekaligus menolak politik identitas. Menurutnya, politik identitas kontraproduktif dengan persatuan nasional.

KIB juga diharapkan mampu menerjemahkan semangat persatuan menjadi aksi dan tindakan yang konkret. 

“Semoga pesan simbolik tersebut membumi dalam aksi nyata menjaga persatuan bangsa, dan tidak tergoda untuk mempraktikkan politik identitas,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, kunci mengatasi berbagai persoalan dan konflik adalah persatuan. Menurutnya, beragam tantangan yang bakal dihadapi bangsa Indonesia. 

Mulai dari tantangan perfect storm 5C, yaitu Covid-19, conflict (konflik), climate change (perubahan iklim), commodity prices (harga komoditas), dan cost of living (biaya hidup).

Bahkan tantangan itu akan bertambah jelang Pemilu 2024, yakni Political Storm (badai politik).

“Untuk mencegah political storm, kita perlu bersatu,” kata Airlangga.

Segala tantangan yang dihadapi bangsa, ancaman resesi global, ketegangan geopolitik yang berimbas pada kestabilan perekonomian nasional maupun dinamika dalam dunia politik, bisa diatasi dengan bersatu dan oleh yang ahli.

“Itu yang dilakukan Golkar, early warning system kita bersatu sebelum pemilu. Dengan bersatu, kita bisa menyelesaikan ekonomi dan konflik,” sebut Airlangga.

Dirinya juga mengajak masyarakat optimis pada Pemilu 2024. Masyarakat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan semua pihak memastikan pemilu mengadopsi prinsip-prinsip good governance.  

“Kita optimis untuk menghadapi pemilu, karena ini bagian dari governance juga, dan untuk masalah demokrasi kan masalah hak individu dan kesempatan kepada seluruh masyarakat,” kata Airlangga.

Bicara bersatu, KIB akan mendaftar sebagai peserta pemilu ke KPU pada 10 Agustus. Airlangga menjamin koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional ini terus berkonsolidasi jelang pendaftaran.■

]]> .
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menganggap pendaftaran Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ke KPU secara bersama, dapat dimaknai sebagai pesan untuk mengusung semangat persatuan.

“Secara simbolik, pesan persatuan itu mau disampaikan lewat kebersamaan KIB dalam mendaftar sebagai peserta pemilu,” kata Ari, Jumat (5/8).

Ari mengungkap harapan publik terkait semangat persatuan yang diusung KIB. Koalisi tiga partai itu diharapkan bisa konsisten memperjuangkan politik,

kebangsaan sekaligus menolak politik identitas. Menurutnya, politik identitas kontraproduktif dengan persatuan nasional.

KIB juga diharapkan mampu menerjemahkan semangat persatuan menjadi aksi dan tindakan yang konkret. 

“Semoga pesan simbolik tersebut membumi dalam aksi nyata menjaga persatuan bangsa, dan tidak tergoda untuk mempraktikkan politik identitas,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, kunci mengatasi berbagai persoalan dan konflik adalah persatuan. Menurutnya, beragam tantangan yang bakal dihadapi bangsa Indonesia. 

Mulai dari tantangan perfect storm 5C, yaitu Covid-19, conflict (konflik), climate change (perubahan iklim), commodity prices (harga komoditas), dan cost of living (biaya hidup).

Bahkan tantangan itu akan bertambah jelang Pemilu 2024, yakni Political Storm (badai politik).

“Untuk mencegah political storm, kita perlu bersatu,” kata Airlangga.

Segala tantangan yang dihadapi bangsa, ancaman resesi global, ketegangan geopolitik yang berimbas pada kestabilan perekonomian nasional maupun dinamika dalam dunia politik, bisa diatasi dengan bersatu dan oleh yang ahli.

“Itu yang dilakukan Golkar, early warning system kita bersatu sebelum pemilu. Dengan bersatu, kita bisa menyelesaikan ekonomi dan konflik,” sebut Airlangga.

Dirinya juga mengajak masyarakat optimis pada Pemilu 2024. Masyarakat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan semua pihak memastikan pemilu mengadopsi prinsip-prinsip good governance.  

“Kita optimis untuk menghadapi pemilu, karena ini bagian dari governance juga, dan untuk masalah demokrasi kan masalah hak individu dan kesempatan kepada seluruh masyarakat,” kata Airlangga.

Bicara bersatu, KIB akan mendaftar sebagai peserta pemilu ke KPU pada 10 Agustus. Airlangga menjamin koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional ini terus berkonsolidasi jelang pendaftaran.■
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *