Kemnaker Lirik Potensi Milenial dalam Gerakan Talenthub Bantu Kerja

Kementerian Ketenagakerjaan mengajak sejumlah stakeholders aktif dalam gerakan #TalenthubBantuKerja yang dirancang dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda. Kali ini yang diajak Kemnaker adalah organisasi pemuda, komunitas anak muda, maupun sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi yakin, dengan kemampuan anak muda dalam menumbuhkan pasar kerja. “Namun anak muda ini masih perlu didorong rasa percaya diri dan semangat,” kata Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/7).

Menurut Anwar, generasi milenial mampu memanfaatkan dunia digital industri untuk memasarkan informasi pasar kerja. “Jangan ragu menghubungi pasar kerja Kemnaker, untuk dapat berkolaborasi dengan https:/talenthub.kemnaker.go.id,” ajak mantan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Dia mengakui, tantangan yang dihadapi gerakan Talenthub Bantu Kerja ini adalah bagaimana gerakan ini dapat diakses oleh milenial berbakat di pelosok negeri. Tidak saja di kota-kota besar, melainkan juga para milenial berbakat di Kaimana, Morotai, Pulau Rote, Muara Teweh, hingga di Simeulue.

Karena hal ini, Pemerintah berperan memberikan pendampingan dan kesempatan, agar mereka dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat. “Kami memberikan peluang kepada milenial dalam pengembangan industri digital dan industri digital krearif,“ sebut Anwar.

Program TalentHub ke depan akan menjadi platform bagi milenial Indonesia yang memiliki passion di bidang digital. Juga, berkeinginan menambah pengetahuan wawasan.

 

Menurutnya, Kemnaker juga akan membuka Talent Corner di seluruh Balai Latihan Komunitas Unit Pelayanan Terpadu Pusat (BLK-UPTP) yang ada di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Sehingga talenta muda dapat memiliki akses untuk masuk ke fasilitas Talenthub,” ucap pria didikan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Dia menambahkan, dalam program TalentHub ini pihaknya akan memberikan fasilitas berupa pelatihan, mentoring, coaching dan pengembangan kewirausahaan di bidang digital dan digital kreatif. Termasuk memberikan pengetahuan baru terkait Future Job melalui podcast.

“Melalui fasilitas ini, Kemnaker memiliki target melahirkan wirausaha baru di bidang digital dan digital kreatif,” bebernya.

Kemnaker juga akan membuka kelas digital kreatif yang akan diselenggarakan secara online, sehingga bisa diikuti milenial dari seluruh pelosok Indonesia. Sebab saat ini, materi kreatif dan digital kreatif merupakan bisnis yang sangat berkembang dan sangat dibutuhkan oleh dunia industri.

“Setidaknya, 1.000 peserta talent hub juga akan dibantu untuk berkesempatan magang di perusahaan-perusahaan digital dalam program Muda Berusaha dan program Talent Fest,” papar Anwar.

Untuk program ini, Kemnaker akan memberikan modal kepada 1.000 talenta milenial yang ingin berkarier secara mandiri. Baik sebagai freelancer maupun wirausaha. Sedangkan program Talent Fest, yaitu forum match making yang mempertemukan talenta muda dengan kesempatan kerja. Keseluruhan fasilitas ini dapat diakes secara online oleh seluruh talenta muda yang ada di seluruh Indonesia.

Diketahui, bertepatan Ulang Tahun ke-74, Minggu (25/7) lalu, Kemnaker meluncurkan tagar #TalenthubBantuKerja. Program ini akan berlanjut dengan pembinaan yang akan diselenggarakan oleh Talenthub secara estafet dari Agustus hingga akhir 2021. Kegiatan pembinaan tersebut gratis bagi 5.000 peserta di seluruh Indonesia. [UMM]

]]> .
Kementerian Ketenagakerjaan mengajak sejumlah stakeholders aktif dalam gerakan #TalenthubBantuKerja yang dirancang dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda. Kali ini yang diajak Kemnaker adalah organisasi pemuda, komunitas anak muda, maupun sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi yakin, dengan kemampuan anak muda dalam menumbuhkan pasar kerja. “Namun anak muda ini masih perlu didorong rasa percaya diri dan semangat,” kata Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/7).

Menurut Anwar, generasi milenial mampu memanfaatkan dunia digital industri untuk memasarkan informasi pasar kerja. “Jangan ragu menghubungi pasar kerja Kemnaker, untuk dapat berkolaborasi dengan https:/talenthub.kemnaker.go.id,” ajak mantan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Dia mengakui, tantangan yang dihadapi gerakan Talenthub Bantu Kerja ini adalah bagaimana gerakan ini dapat diakses oleh milenial berbakat di pelosok negeri. Tidak saja di kota-kota besar, melainkan juga para milenial berbakat di Kaimana, Morotai, Pulau Rote, Muara Teweh, hingga di Simeulue.

Karena hal ini, Pemerintah berperan memberikan pendampingan dan kesempatan, agar mereka dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat. “Kami memberikan peluang kepada milenial dalam pengembangan industri digital dan industri digital krearif,“ sebut Anwar.

Program TalentHub ke depan akan menjadi platform bagi milenial Indonesia yang memiliki passion di bidang digital. Juga, berkeinginan menambah pengetahuan wawasan.

 

Menurutnya, Kemnaker juga akan membuka Talent Corner di seluruh Balai Latihan Komunitas Unit Pelayanan Terpadu Pusat (BLK-UPTP) yang ada di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Sehingga talenta muda dapat memiliki akses untuk masuk ke fasilitas Talenthub,” ucap pria didikan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Dia menambahkan, dalam program TalentHub ini pihaknya akan memberikan fasilitas berupa pelatihan, mentoring, coaching dan pengembangan kewirausahaan di bidang digital dan digital kreatif. Termasuk memberikan pengetahuan baru terkait Future Job melalui podcast.

“Melalui fasilitas ini, Kemnaker memiliki target melahirkan wirausaha baru di bidang digital dan digital kreatif,” bebernya.

Kemnaker juga akan membuka kelas digital kreatif yang akan diselenggarakan secara online, sehingga bisa diikuti milenial dari seluruh pelosok Indonesia. Sebab saat ini, materi kreatif dan digital kreatif merupakan bisnis yang sangat berkembang dan sangat dibutuhkan oleh dunia industri.

“Setidaknya, 1.000 peserta talent hub juga akan dibantu untuk berkesempatan magang di perusahaan-perusahaan digital dalam program Muda Berusaha dan program Talent Fest,” papar Anwar.

Untuk program ini, Kemnaker akan memberikan modal kepada 1.000 talenta milenial yang ingin berkarier secara mandiri. Baik sebagai freelancer maupun wirausaha. Sedangkan program Talent Fest, yaitu forum match making yang mempertemukan talenta muda dengan kesempatan kerja. Keseluruhan fasilitas ini dapat diakes secara online oleh seluruh talenta muda yang ada di seluruh Indonesia.

Diketahui, bertepatan Ulang Tahun ke-74, Minggu (25/7) lalu, Kemnaker meluncurkan tagar #TalenthubBantuKerja. Program ini akan berlanjut dengan pembinaan yang akan diselenggarakan oleh Talenthub secara estafet dari Agustus hingga akhir 2021. Kegiatan pembinaan tersebut gratis bagi 5.000 peserta di seluruh Indonesia. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *