Heru Hidayat Divonis Nihil Jaksa Agung: Tak Ada Kata Mundur, Banding!

Jaksa Agung ST Burhanuddin tidak terima dengan vonis nihil yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terhadap terdakwa kasus ASABRI Heru Hidayat. Burhanuddin pun memerintahkan anak buahnya untuk segera banding atas putusan itu.

“Saya perintahkan kepada Jampidsus untuk segera melakukan perlawanan hukum, yakni segera melakukan banding terhadap Putusan Majelis Hakim yang membuat nihil atau nol penjara kepada terdakwa kasus ASABRI, Heru Hidayat,” tegasnya, dalam konferensi pers, di Gedung Kejagung, Rabu (19/1). 

Burhanuddin menegaskan, sebagai proses yuridis, Jaksa Agung sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati dan menghargai vonis dikeluarkan Majelis Hakim terhadap Heru Hidayat. Akan tetapi, putusan itu sangat mencederai rasa keadilan. “Putusan itu sangat mencederai rasa keadilan masyarakat kita. Tidak ada kata mundur. Kita lakukan Banding,” tegasnya. 

Adik kandung TB Hasanuddin ini menerangkan, Heru Hidayat sudah terbukti bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi dengan jumlah kerugian negara Rp 11,6 triliun di kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pengadilan memvonis Heru Hidayat dengan hukuman penjara seumur hidup. 

Namun, dalam kasus tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Heru Hidayat Cs di ASABRI, Majelis Hakim tidak menjatuhkan hukuman apa pun. Malah membuat vonis dengan nol penjara atau nihil. Padahal, kata Burhanuddin, kerugian keuangan negara yang disebabkan Heru Hidayat Cs di kasus ASABRI mencapai Rp 22,75 triliun.

“Hakim menyatakan terbukti dan bersalah. Namun, kok vonisnya nol penjara atau nihil. Ini sangat melukai rasa keadilan kita, melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia. Kita tidak akan mundur, lakukan banding,” sebut Burhanuddin. [JON]

]]> .
Jaksa Agung ST Burhanuddin tidak terima dengan vonis nihil yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terhadap terdakwa kasus ASABRI Heru Hidayat. Burhanuddin pun memerintahkan anak buahnya untuk segera banding atas putusan itu.

“Saya perintahkan kepada Jampidsus untuk segera melakukan perlawanan hukum, yakni segera melakukan banding terhadap Putusan Majelis Hakim yang membuat nihil atau nol penjara kepada terdakwa kasus ASABRI, Heru Hidayat,” tegasnya, dalam konferensi pers, di Gedung Kejagung, Rabu (19/1). 

Burhanuddin menegaskan, sebagai proses yuridis, Jaksa Agung sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati dan menghargai vonis dikeluarkan Majelis Hakim terhadap Heru Hidayat. Akan tetapi, putusan itu sangat mencederai rasa keadilan. “Putusan itu sangat mencederai rasa keadilan masyarakat kita. Tidak ada kata mundur. Kita lakukan Banding,” tegasnya. 

Adik kandung TB Hasanuddin ini menerangkan, Heru Hidayat sudah terbukti bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi dengan jumlah kerugian negara Rp 11,6 triliun di kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pengadilan memvonis Heru Hidayat dengan hukuman penjara seumur hidup. 

Namun, dalam kasus tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Heru Hidayat Cs di ASABRI, Majelis Hakim tidak menjatuhkan hukuman apa pun. Malah membuat vonis dengan nol penjara atau nihil. Padahal, kata Burhanuddin, kerugian keuangan negara yang disebabkan Heru Hidayat Cs di kasus ASABRI mencapai Rp 22,75 triliun.

“Hakim menyatakan terbukti dan bersalah. Namun, kok vonisnya nol penjara atau nihil. Ini sangat melukai rasa keadilan kita, melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia. Kita tidak akan mundur, lakukan banding,” sebut Burhanuddin. [JON]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *