Dihembuskan Relawan, Dikuatkan PKB Reshuffle Jilid II Dibuyarkan Fadjroel

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba isu reshuffle kabinet jilid II muncul ke permukaan. Kabar soal pergantian menteri ini, pertama kali dihembuskan relawan Jokowi, lalu dikuatkan politisi PKB. Isu ini sempat heboh, lalu dibuyarkan Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman.

Kabar reshuffle jilid II pertama kali dilempar Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer, kemarin. Kepada wartawan, Noel-sapaan akrab Ebenezer-mengaku, mendapat informasi soal kocok ulang kabinet. Dia tak menyebut siapa sumber informasinya.

Siapa yang akan kena reshuffle? Noel juga tak tahu menteri mana saja yang akan diganti. “Namun ada satu sampai tiga menteri (yang di-reshuffle),” ujarnya.

Kabar dari Noel ini tentu mengagetkan semua pihak. Soalnya, Jokowi baru melakukan reshuffle kabinet, Rabu 23 Desember 2020. Saat itu, ada enam menteri yang diganti dan digeser.

Apa omongan Noel bisa dipercaya? Omongan Noel tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Noel pernah membocorkan adanya reshuffle jilid I. Beberapa hari kemudian, Jokowi melakukan reshuffle. Tapi, bisa saja itu karena kebetulan atau bisa juga memang dia mendapat informasi akurat.

Kabar yang dilempar Noel itu dengan cepat naik ke permukaan setelah di running sejumlah media online. Kabar ini makin berhembus kencang setelah Ketua DPP PKB, Faisol Riza menguatkan, kabar tersebut. Faisol mengaku, mendapat informasi yang sama soal reshuffle jilid II. “Tidak dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Namun, Faisol tak mau berkomentar panjang lebar soal ini. Apalagi, informasinya memang belum terang benderang.

Saat ditanya soal informasi bahwa ada dua-tiga posisi menteri yang bakal di-reshuffle, Faisol tak menjawab dengan lugas. Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan, dua posisi yang bakal kena reshuffle adalah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko. Soal kedua nama tersebut, Faisol menjawab enteng. “Satu benar, satu salah,” ujarnya.

Kabar ini langsung jadi bahan kasak kusuk. Di jagat maya, berbagai analisa terkait ini bermunculan. Syahrul Yasin Limpo dihubung-hubungkan dengan manuver NasDem. Pasalnya, partai tempatnya bernaung itu adalah satu-satunya parpol koalisi Pemerintah yang masih ngotot ingin merevisi Undang-Undang Pemilu. Sementara, Moeldoko dikaitkan dengan perseteruannya dengan Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

 

Bagaimana tanggapan Istana? Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko mengaku, tidak tahu menahu. Dia bilang, urusan reshuffle adalah hak prerogratif presiden. Hanya presiden yang mengetahui soal ini.

Moeldoko meminta, semua pihak tidak berandai-andai. “Itu urusan Bapak Presiden lah. Nggak usah, nggak ada, jangan mengira-ngira,” kata Moeldoko, di rumah pribadinya, Jakarta Pusat, kemarin.

Ditanya lagi soal ada dua menteri yang bakal kena reshuffle, Moeldoko meminta, awak media menyudahi pertanyaan soal reshuffle. “Sudah, jangan tanya itu, aku nggak ngerti,” tegas Moeldoko.

Kabar reshuffle akhirnya mereda setelah Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, memberikan klarifikasi. Dia menegaskan, saat ini tidak ada rencana perombakan kabinet. Menurutnya, Jokowi dan kabinetnya tengah fokus menangani pandemi Covid-19. “Tidak ada rencana reshuffle,” kata dia, kepada wartawan, kemarin.

Bagaimana penerawangan pengamat? Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, isu reshuffle yang dihembuskan relawan Jokowi itu sebagai bagian dari mengecek ombak.

Kata dia, dalam setiap reshuffle pemerintah perlu melakukan cek ombak untuk melihat respons dari masyarakat. Dari hasil pengecekan itu bisa dilakukan evaluasi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center ini megatakan, berhembusnya isu reshuffle ini bisa juga sebagai alat untuk menekan parpol koalisi agar tetap seirama dengan langkah Jokowi. Isu ini sebagai warning bahwa parpol koalisi yang mbalelo bisa dikurangi jatah kursi menterinya.

Dia menilai, isu ini sangat mungkin terkait dengan manuver revisi UU Pemilu. Di mana NasDem masih konsisten ingin melakukan revisi. Selain itu, isu ini sebagai alat pemanis. Agar parpol yang belum kebagian jatah menteri mau ikut mendukung keinginan pemerintah. [BCG]

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *