BPH Migas Cek Pasokan Gas Bumi Untuk Industri Di Batam

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI) di wilayah Regional Office IV – Batam hingga batas perairan Negara Singapura tepatnya di Stasiun Pemping dan Stasiun Panaran, Kamis (19/5).

BPH Migas datang untuk mengecek kecukupan dan kelancaran penyaluran distribusi gas industri di wilayah Batam, Kepulauan Riau dan Singapura.

“Dengan kunjungan lapangan ini, kami bisa melihat proses bisnis penyaluran gas bumi untuk pemenuhan kebutuhan industri di Batam, Kepulauan Riau juga Singapura. Serta menginventarisir kendala kendala yang terjadi di lapangan, sehingga pelayanan kepada stakeholder tetap optimal,” ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, Minggu (22/5).

Lebih lanjut, Direktur Pengembangan Usaha PT TGI ini menjelaskan, pengangkutan gas melalui pipa TGI pada ruas Grissik – Singapura ini adalah untuk kebutuhan kelistrikan, industri dan jaringan gas rumah tangga di area Musi Banyuasin dan Batam hingga negara Singapura. Total volume terkontrak sebesar 345 mmscfd untuk pengangkutan gas di tahun 2022 dari kapasitas pipa 465 mmscfd.

Sedangkan untuk melayani Shippers atau Pelanggan di area Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah, untuk kebutuhan lifting minyak, kelistrikan, industri, dan jaringan gas rumah tangga , gas diangkut melalui pipa TGI pada ruas Grissik – Duri dengan total volume terkontrak sebesar 319 mmscfd untuk pengangkutan gas tahun 2022 dari kapasitas pipa 427 mmscfd.

“Kami terus berupaya menjadi prudent pipeline operator, mengoperasikan dan memelihara pipa dan fasilitas kami penuh kehati-hatian dengan memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Dalam 20 tahun ini, kepuasan pelanggan dan kepercayaan para Pemangku Kepentingan kepada TGI adalah hal yang utama sejalan dengan misi Perusahaan,” papar Direktur Utama PT TGI, Zuryati Simbolon.

Sedangkan tantangan yang akan dihadapi, yaitu kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura, melalui ruas pipa Grissik-Singapura yang akan habis kontraknya tahun depan. 

Diperlukan koordinasi bersama Kementerian ESDM dan instansi terkait, untuk dapat menghasilkan kebijakan Pemerintah yang tepat, baik untuk memenuhi kebutuhan gas domestik maupun optimalisasi pendapatan Negara dari kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura melalui pipa TGI.

“Kita harus segera berkonsolidasi baik dengan Kementerian ESDM maupun SKK Migas untuk kontrak-kontrak yang berakhir 2023, agar kebutuhan gas baik industri, kelistrikan, maupun masyarakat tetap tetap terpenuhi” tutup Erika.

 

]]> .
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI) di wilayah Regional Office IV – Batam hingga batas perairan Negara Singapura tepatnya di Stasiun Pemping dan Stasiun Panaran, Kamis (19/5).

BPH Migas datang untuk mengecek kecukupan dan kelancaran penyaluran distribusi gas industri di wilayah Batam, Kepulauan Riau dan Singapura.

“Dengan kunjungan lapangan ini, kami bisa melihat proses bisnis penyaluran gas bumi untuk pemenuhan kebutuhan industri di Batam, Kepulauan Riau juga Singapura. Serta menginventarisir kendala kendala yang terjadi di lapangan, sehingga pelayanan kepada stakeholder tetap optimal,” ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, Minggu (22/5).

Lebih lanjut, Direktur Pengembangan Usaha PT TGI ini menjelaskan, pengangkutan gas melalui pipa TGI pada ruas Grissik – Singapura ini adalah untuk kebutuhan kelistrikan, industri dan jaringan gas rumah tangga di area Musi Banyuasin dan Batam hingga negara Singapura. Total volume terkontrak sebesar 345 mmscfd untuk pengangkutan gas di tahun 2022 dari kapasitas pipa 465 mmscfd.

Sedangkan untuk melayani Shippers atau Pelanggan di area Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah, untuk kebutuhan lifting minyak, kelistrikan, industri, dan jaringan gas rumah tangga , gas diangkut melalui pipa TGI pada ruas Grissik – Duri dengan total volume terkontrak sebesar 319 mmscfd untuk pengangkutan gas tahun 2022 dari kapasitas pipa 427 mmscfd.

“Kami terus berupaya menjadi prudent pipeline operator, mengoperasikan dan memelihara pipa dan fasilitas kami penuh kehati-hatian dengan memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Dalam 20 tahun ini, kepuasan pelanggan dan kepercayaan para Pemangku Kepentingan kepada TGI adalah hal yang utama sejalan dengan misi Perusahaan,” papar Direktur Utama PT TGI, Zuryati Simbolon.

Sedangkan tantangan yang akan dihadapi, yaitu kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura, melalui ruas pipa Grissik-Singapura yang akan habis kontraknya tahun depan. 

Diperlukan koordinasi bersama Kementerian ESDM dan instansi terkait, untuk dapat menghasilkan kebijakan Pemerintah yang tepat, baik untuk memenuhi kebutuhan gas domestik maupun optimalisasi pendapatan Negara dari kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura melalui pipa TGI.

“Kita harus segera berkonsolidasi baik dengan Kementerian ESDM maupun SKK Migas untuk kontrak-kontrak yang berakhir 2023, agar kebutuhan gas baik industri, kelistrikan, maupun masyarakat tetap tetap terpenuhi” tutup Erika.

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *